Minggu, 17 Juli 2011

Pendahuluan

GIRO adalah simpanan yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran dan penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, sarana perintah lainnya atau dengan cara pemindahbukuan (Menurut UU RI No 10 Th 1998). Suatu cek diberikan kepada pihak penerima pembayaran (payee) yang menyimpannya di bank nasabah, sedangkan giro diberikan oleh pihak pembayar (payer) ke banknya, yang selanjutnya akan mentransfer dana kepada bank pihak penerima, langsung ke akun nasabah.

Pembahasan

GIRO

Perbedaan tersebut termasuk jenis perbedaan sistem 'dorong dan tarik' (push and pull). Suatu cek adalah transaksi 'tarik': menunjukkan cek akan menyebabkan bank penerima pembayaran mencari dana ke bank sang pembayar yang jika tersedia akan menarik uang tersebut. Jika tidak tersedia, cek akan "terpental" dan dikembalikan dengan pesan bahwa dana tak mencukupi. Sebaliknya, giro adalah transaksi 'dorong': pembayar memerintahkan banknya untuk mengambil dana dari akun yang ada dan mengirimkannya ke bank penerima pembayaran sehingga penerima pembayaran dapat mengambil uang tersebut. Karenanya, suatu giro tidak dapat "terpental", karena bank hanya akan memproses perintah jika pihak pembayar memiliki daya yang cukup untuk melakukan pembayaran tersebut. Namun ini juga berarti pihak pembayar tidak mendapatkan keuntungan dari "float".
Setiap rek Giro memperoleh nomor account, setiap terjadi transaksi dicatat oleh petugas bank dan setiap  akhir bulan akan dilaporkan kepada nasabah Giro dalam bentuk Rekening Koran. 

Mutasi Debet adalah mutasi yang mengakibatkan terjadi penurunan saldo rekening nasabah yang disebabkan karena adanya penarikan dana, misalnya penarikan tunai dengan menggunakan cek, pembebanan biaya administrasi bulanan, pembebanan buku cek/BG

Mutasi Kredit adalah mutasi yang mengakibatkan terjadi  penambahan jumlah saldo nasabah yang disebabkan karena adanya setoran dana. Misalnya setoran kliring, setoran tunai dan pemberian jasa giro


Alat Pembayaran Giro
BILYET GIRO yaitu surat perintah pemindahbukuan dari penarik (nasabah) kepada bank untuk memindah bukukan sejumlah dana tertentu kepada pihak yang identitasnya tercantum di warkat pada bank tertentu atas beban rekening penarik. 

Syarat Formal Bilyet Giro
1. Ada nama ‘Bilyet Giro’ pada formulir BG
2. Ada nomor seri Bilyet Giro
3. Ada kata perintah yang jelas tanpa syarat untuk memindahbukukan sejumlah dana atas saldo penarik
4. Ada nama bank tertarik
5. Ada lokasi atau tempat penarikan dilakukan
6. Ada nama pihak yang menerima pembidahbukuan
7. Ada jumlah dana yang dipindahbukukan baik dalam angka maupun huruf
8. Ada tanda tangan penarik
9. Ada tanggal penarikan/tanggal efektif berlakunya perintah dalam BG 

Sifat Bilyet Giro
1. BG tidak dapat dibayar tunai dan hanya dapat dilakukan melalui pemindah bukuan
2. Pembayaran dapat dilakukan pada saat BG jatuh tempo
3. Masa berlaku warkat adalah 70 hari dari tanggal pembukaan. Bila tidak dicantumkan tanggal pembukaan, maka tanggal efektif dapat dijadikan sebagai dasar perhitungannya
4. BG dapat dibatalkan oleh penarik secara sepihak dengan catatan saldo mencukupi. Pada saat BG jatuh tempo, BG tidak dapat dibatalkan apabila saldo tidak cukup untuk menutupi nilai yang tercantum pada BG. Pembatalan BG harus disertai alasan pembatalan.

Alat Pembayaran Giro
CEK yaitu surat perintah pembayaran tidak bersyarat dari penarik kepada bank untuk membayarkan sejumlah dana tertentu kepada pembawa atau pihak yang identitasnya tercantum pada warkat, pada saat warkat ditunjukkan atas  beban rekening penarik.
Syarat Formal Cek
  1. Ada kata “cheque” atau cek, check
  2. Ada kata perintah tak bersyarat untuk membayar  sejumlah uang tertentu
3.  Ada nama bank tertarik
4.  Ada tempat di mana pembayaran dilakukan
5.Ada tanggal dan tempat di mana cek dikeluarkan
6.  Ada tanda tangan si penarik
Sifat Cek
  1. Cek dapat dibayar tunai
  2. Dapat dibayar setiap saat ditunjukkan
  3. Masa berlaku cek adalah 70 hari sejak tanggal pembukaan
  4. Cek tidak dapat dibatalkan oleh penarik kecuali disertai surat dari Kepolisian yang menyatakan cek tersebut hilang

Alat Pembayaran Giro
ALAT PERINTAH PEMBAYARAN LAINNYA
Alat perintah pembayaran lain seperti Surat Kuasa dan Surat Perintah Pemindahbukuan

Penentuan Jasa Giro
Berdasarkan saldo harian atau Lamanya dana mengendap Berdasarkan saldo terendah Berdasarkan saldo rata-rata Perhitungan Bunga/Jasa Giro :

Jasa Giro = Saldo x Rate x Hari
                            365/366

Keterangan :
Jasa Giro       = Jasa giro yang diperhitungkan
Saldo  = Saldo nasabah
Rate    = Suku bunga/jasa giro % per th
Hari    = Jml hari pengendapan saldo

Contoh :
Setiap nasabah yang menempatkan dana pada bank akan memperoleh bunga atau jasa yang diberikan. Demikian pula pada sumber dana giro valas. Sebagai ilustrasi dapat dilihat sebagai berikut:

Tuan Mashuri menempatkan giro valas USD 15.000.
Jasa giro yang diperoleh 2,%p.a. Pajak 20%.
Saat pembayaran jasa giro kurs pajak Rp. 8.000,-
Jasa gironya ditempatkan pada giro rupiah.
Penyelesaiannya :
Jasa giro   = USD 15.000,- x 2% x 30  = 24,66
                                365

Jurnal Transaksi :
D/ BBL Jasa Giro Valas USD           24,66
K/ RPV Valas USD                                                        24,66
D/ RPV Rupiah                        Rp. 197.280
K/ Ks PPh Giro                                                       Rp 39.456,-
K/ Rek Giro Rupiah                                                Rp 157.824,-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar